Jenis Limbah dan Standar Instalasi Pengolahan Air Limbah yang Perlu Diterapkan

Jenis Limbah dan Standar Instalasi Pengolahan Air Limbah yang Perlu Diterapkan

Instalasi Pengolahan Air Limbang atau lebih sering kita kenal sebagai septik tank, memang mempunyai peran yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih, karena berkat kehadirannya, kita dapat mendaur ulang air limbah yang kita hasilkan menjadi air yang layak untuk dibuang kembali ke lingkungan. Sebagaimana dikutip dari www.ipalbiorich.com air limbah sendiri terbagi menjadi 3 jenis, yakni:

  1. Limbah rumah tangga

Contoh dari limbah rumah tangga yang sering kita temui antara lain, air bekas yang berasal dari tempat cuci piring, air bekas saat kita selesai mencuci pakaian, air bekas yang kita gunakan untuk mandi ataupun memasak, air bekas mengepel rumah, dan masih banyak lagi.

  1. Limbah perkotaan

Air buangan atau limbah yang berasal dari perkantoran, perdagangan (bisa dari swalayan ataupun pasar), parit, dan rumah-rumah ibadah.

  1. Limbah Industri

Yang termasuk limbah industri antara lain seperti air limbah yang dihasilkan oleh pabrik pengolahan baja, pabrik pembuatan tinta dan cat, pabrik karet, penambangan dan masih banyak lagi.

 

Standar Instalasi Pengolahan Air Limbah yang Perlu Diterapkan

Air buangan yang berasal dari berbagai sumber di atas memang perlu menjalani proses pengolahan terlebih dahulu sebelum dibuang ke tempat penampungan akhir. Berhubung limbah tersebut bisa saja mengandung zat-zat berbahaya yang bisa mengkontaminasi lingkungan sekitarnya. Selain itu, agar proses daur ulang yang akan dilakukan berjalan secara efektif, tentunya kita membutuhkan sebuah rencana pengelolaan yang baik serta sistem yang akan diterapkan pun harus memenuhi standar, antara lain:

  1. Sistem pengolahan air limbah tak akan mengakibatkan sumber-sumber air minum yang ada terkontaminasi.
  2. Sistem tersebut tidak membuat air permukaan dan tanah di sekitarnya tercemar.
  3. Dalam penggunaannya sehari-hari, sistem pengolahan air limbah tidak mencemari flora dan fauna yang ada.
  4. Sistem pengolahan air limbah juga tidak dihinggapi vektor, berbagai bakteri, maupun serangga yang bisa menimbulkan berbagai macam penyakit berbahaya.

Tempat pengolahan air limbah yang dibuat juga harus dalam kondisi tertutup dan tidak terbuka. Selain itu juga tidak menimbulkan bau ataupun aroma yang tidak enak, yang dapat menjadi polusi udara.

Tinggalkan komentar

+ 88 = 97

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.