Dampak menggunakan dan tidak menggunakan IPAL

Dampak menggunakan dan tidak menggunakan IPAL

Kesehatan seseorang sangatlah penting dalam kehidupan. Tidak ada orang yang ingin sakit atau terkena penyakit seringan apapun itu penyakitnya. Pasti setiap orang akan berdoa agar dalam kondisi sehat selalu dan berusaha untuk menjauihi segala macam sumber penyakit agar tidak terkena penyakit. Bukan hanya pertimbangan keuangan saja karena berobat yang mahal tetapi lebih kepada nikmat sehat yang tidak ada bandingannya dengan apapun.

Sekarang ini banyak sekali program pemerintah yang berkaitan dengan kesehatan penduduk dari pencegahan sampai pengobatan. Meskipun mencegah lebih baik dari pada mengobati tetapi pemerintah tidak hanya melakukan pencegahan terhadap berbagai penyakit pemerintahpun menyediakan bantuan terhadap warganya ketika sudah ada yang terkena penyakit dan membutuhkan pengobatan.

Salah satu program pemerintah dalam mencegah penduduknya dari penyakit adalah pemasangan IPAL. Banyak dampak yang ditimbulkan dalam menggunakan dan tidak menggunakan IPAL ini. Pastinya dampak yang sangat terlihat jelas dalam menggunakan IPAL ini bersifat positif dan menghindari beberapa penyakit yang ditimbulkan oleh air limbah domestik, industri, pertanian dan atau lain sebagainya. Maka sebaliknya dengan tidak menggunakan IPAL ada beberapa dampak negatif yang ditimbulkan. Berikut dampak yang ditimbulkan dengan menggunakan atau tidak menggunakan IPAL.

Dampak menggunakan IPAL :

  1. Kualitas air limbah lebih baik

Dampak positif yang pertama jika menggunakan IPAL adalah kualitas air limbah menjadi lebih baik, ramah lingkungan dan tidak membunuh biota air jika dialirkan ke tempat penyaluran air yang sifatnya umum.

  1. Terhindar dari diare

Karena jarak pembuangan, pengolahan dan sumber air telah ditentukan dan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia maka sumber air yang akan digunakan terhindar dari kontaminasi kuman dan bakteri penyebab diare.

  1. Lingkungan lebih sehat

Saluran air, sungai dan tempat tempat yang dilewati air limbah tidak merusak lingkungan dan tidak menyebabkan polusi air ataupun polusi udara yang dikarenakan air limbah yang bau jika sebelum diolah.

Dampak tidak menggunakan IPAL sudah pasti kebalikannya dari dampak menggunakan IPAL. Disadari maupun tidak, lingkungan tanpa IPAL khususnya wilayah yang padat penduduk sangat rawan dari air yang terkontaminasi dengan zat zat kimia seperti logam berat ataupun kuman dan bakteri yang belum mati dan menyatu kepada sumber air lalu dipakai untuk kegiatan sehari-hari dan biasanya akan menyebabkan diare bahkan muntah muntah khususnya anak-anak yang sistem kekebalan tubuhnya belum terlalu kuat.

Tinggalkan komentar

5 + 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.